Daftar Materi Peningkatan Kapasitas SDM UPT PB Hortikultura Menuju Kemandirian Sertifikasi & Pengembangan Teknik Budidaya Hortikultura
Ali Ari Wibowo, S.P., M.P
BRMP Karangploso
Perbanyakan Benih Generatif Hortikultura
Materi ini mengulas pentingnya perbanyakan benih generatif hortikultura, khususnya melalui teknologi True Shallot Seed (TSS), guna menjamin ketersediaan benih bermutu tinggi secara berkelanjutan dan meningkatkan produktivitas nasional. Materi mencakup pemahaman mendalam tentang prinsip perbanyakan melalui biji, empat pilar mutu benih (genetik, fisik, fisiologis, dan kesehatan), serta klasifikasi kelas benih mulai dari benih penjenis (BS) hingga benih sebar (BR). Peserta dibekali strategi teknis untuk mengatasi kendala produksi benih, seperti teknik vernalisasi untuk merangsang pembungaan, manajemen persemaian yang presisi, hingga aplikasi serangga penyerbu (lebah dan lalat hijau) untuk optimalisasi penyerbukan silang. Selain itu, peserta diajarkan inovasi penggunaan air kelapa muda sebagai zat pengatur tumbuh alami serta penghitungan analisis usahatani untuk memastikan efisiensi biaya dan keuntungan ekonomi yang lebih tinggi. Tujuan akhirnya adalah agar peserta mampu menyusun rencana pengembangan teknik budidaya dan kemandirian sertifikasi yang berdampak dan sukses di wilayah asal masing-masing.
Buka Materi
Dwi Praptono K
PT Bisi Internasional
Sertifikasi Benih Hortikultura
Materi ini mengulas pentingnya sertifikasi benih hortikultura sebagai fondasi utama keberhasilan produksi guna menjamin setiap benih yang beredar memenuhi standar mutu genetik, fisiologis, fisik, dan kesehatan. Materi mencakup pemahaman mendalam tentang regulasi perbenihan nasional (seperti Permentan No. 04 Tahun 2026), alur sertifikasi yang terstruktur mulai dari pemeriksaan pendahuluan hingga pengawasan pasca panen, serta standar akreditasi internasional seperti ISO dan ISTA.
Peserta dibekali strategi teknis untuk melaksanakan pemeriksaan lapangan pada berbagai fase tanaman (vegetatif, generatif, dan pra-panen), metode pengambilan contoh benih yang representatif, hingga prosedur pengujian laboratorium untuk mengukur kadar air, kemurnian fisik, dan daya berkecambah. Tujuan akhirnya adalah agar peserta mampu mengelola proses pelabelan dan sertifikasi benih secara profesional demi mewujudkan jaminan mutu benih yang konsisten dan berkelanjutan bagi masyarakat tani di wilayah asal masing-masing.
Buka Materi
Nunung Nurhadi, SP., M.Agr
Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan
Penerapan Budidaya Komoditas Hortikultura Buah
Materi ini mengulas pentingnya penerapan budidaya hortikultura buah modern, khususnya melon, berbasis Good Agricultural Practices (GAP) guna menjamin keamanan, kualitas, serta keberlanjutan produksi yang mampu menembus pasar modern. Materi mencakup pemahaman mendalam tentang manajemen operasional greenhouse (model tunnel hingga low cost), teknik sterilisasi area dan media tanam menggunakan cocopeat serta cocochip, hingga sistem fertigasi presisi yang mencakup pengelolaan kualitas air baku serta komposisi nutrisi hara.
Peserta dibekali strategi teknis untuk mengatasi berbagai kendala produksi, mulai dari pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan) melalui rotasi bahan aktif dan penggunaan agens hayati, teknik polinasi manual maupun hormon untuk menjamin keberhasilan pembuahan, hingga pemeliharaan intensif seperti perompesan tunas dan seleksi buah guna menghasilkan produk grade premium. Selain itu, peserta diajarkan prosedur panen dan pasca panen yang tepat untuk menjaga daya simpan produk serta alur pemenuhan sertifikasi (seperti Sertifikat Prima dan PSAT) sebagai syarat akses pasar luas.
Tujuan akhirnya adalah agar peserta mampu menyusun rencana pengembangan budidaya buah yang produktif dan tersertifikasi, sehingga dapat meningkatkan daya saing serta kemandirian ekonomi petani di wilayah asal masing-masing.
Buka Materi
Asep Koswara, S.P., M.Agr
Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan
Penerapan Komunikasi Efektif
Materi ini mengulas pentingnya penerapan komunikasi efektif dalam sektor pertanian guna menyatukan pemahaman antara komunikator dan komunikan melalui penyampaian pesan yang jelas, jujur, dan bertanggung jawab. Materi mencakup pemahaman mendalam tentang unsur-unsur komunikasi (komunikator, pesan, saluran, komunikan, dan efek), jenis komunikasi verbal maupun non-verbal, serta identifikasi berbagai faktor keberhasilan seperti karakteristik personal pengirim pesan dan ketepatan pemilihan media.
Peserta dibekali strategi untuk mengatasi kendala komunikasi melalui prinsip REACH (Respect, Empathy, Audible, Clarity, Humble) serta penguasaan teknik mendengarkan aktif dan keterampilan berbicara yang meyakinkan. Selain itu, peserta diajarkan menggunakan media dan teknologi secara tepat guna mengubah opini serta perilaku masyarakat. Tujuan akhirnya adalah agar peserta mampu menyusun rencana penerapan komunikasi yang berdampak pada perubahan sikap dan sosial demi mewujudkan kemandirian di wilayah asal masing-masing.
Buka Materi
Puspa Ayu Indah P, S.TP., M.T
UPT Pelatihan Pertanian
Penerapan Budidaya Hidroponik
Materi ini mengulas pentingnya penerapan budidaya hidroponik sebagai solusi pertanian modern guna mengoptimalkan produksi tanaman tanpa menggunakan tanah melalui pemanfaatan air dan larutan hara yang efisien. Materi mencakup pemahaman mendalam tentang berbagai sistem hidroponik (seperti Wick System, DFT, dan NFT), pengenalan perlengkapan teknis mulai dari media tanam seperti rockwool hingga nutrisi AB Mix, serta tahapan budidaya yang sistematis dari penyemaian hingga proses panen.
Peserta dibekali strategi untuk mengidentifikasi dan mengatasi berbagai kendala budidaya seperti pertumbuhan lumut, etiolasi, hingga serangan hama, serta diajarkan mengintegrasikan teknologi panel surya dan sistem IoT (Internet of Things) untuk pemantauan nutrisi dan kondisi lingkungan secara akurat. Tujuan akhirnya adalah agar peserta mampu menyusun rencana budidaya yang produktif dan berkelanjutan demi mewujudkan kemandirian serta diversifikasi pangan di wilayah asal masing-masing.
Buka Materi
Ratih Sandrakirana, S.P., M.Sc
BRMP Karangploso
Perbenihan Kentang (From Lab to Field)
Materi ini mengulas pentingnya penerapan teknologi pembibitan dan sertifikasi benih kentang bermutu dalam sektor pertanian guna mengatasi tantangan rendahnya ketersediaan benih nasional dan tingginya ketergantungan pada impor. Materi mencakup pemahaman mendalam tentang aspek mutu benih (genetik, fisiologis, fisik, dan kesehatan), regulasi teknis perbanyakan benih, serta alur sertifikasi dari tahap kultur jaringan di laboratorium hingga produksi di screen house dan lahan terbuka.
Peserta dibekali strategi teknis untuk mengatasi kendala produksi, seperti metode aklimatisasi planlet yang tepat, penggunaan stek berakar sebagai solusi percepatan ketersediaan benih, hingga penghitungan analisis usaha tani (R/C Ratio dan BEP) untuk menjamin keberlanjutan ekonomi. Tujuan akhirnya adalah agar peserta mampu menyusun rencana pengembangan kelembagaan perbenihan yang berdampak dan sukses, sehingga dapat mewujudkan kemandirian benih kentang di wilayah asal masing-masing.
Buka Materi